Di ujung jalan yang dipenuhi cemara
Berdiri kokoh sebuah cerita bernama Nara
Dindingnya menyimpan rahasia tawa kita
Lantainya merekam jejak kaki yang lelah
Tempat di mana dunia luar tak lagi punya suara
Ada aroma kopi dan buku tua di sudut ruang
Menyambut siapapun yang rindu jalan pulang
Tak ada penghakiman, tak ada tuntutan
Hanya ada hangatnya pelukan dan sapaan
Rumah Nara adalah sebuah ketenangan yang tak hilang
Saat badai di luar sana menderu kencang
Dan hatimu merasa seperti kapal yang terombang-ambing
Ingatlah ada satu arah yang selalu terang
Pulanglah ke rumah kita
Tempat jiwamu bicara
Di bawah atapnya semua gundahmu akan redas
Sebab rumah bukan sekadar kayu dan batu
Ia adalah rasa aman yang menyatu dalam waktu
Tempat paling jujur untuk menjadi dirimu
Mungkin kau akan pergi jauh mengejar mimpi
Melintasi samudra dan kota-kota yang sepi
Namun sejauh apapun langkahmu berlari
Pintu Nara akan selalu terbuka menantimu kembali
Pulanglah ke rumah kita
Tempat jiwamu bicara
Di bawah atapnya semua gundahmu akan redas
Sebab rumah bukan sekadar kayu dan batu
Ia adalah rasa aman yang menyatu dalam waktu
Tempat paling jujur untuk menjadi dirimu
Di rumah Nara semua luka menjadi reda
Di rumah Nara kita adalah kita