Di sudut kamar yang mulai berdebu
Kutemukan kepingan dari masa lalu
Kayu tua yang kutatap dengan rindu
Kurekatkan dengan doa yang tak pernah jemu
Sayapnya tak lebar, tapi cukup untuk anganku
Tanpa mesin, tanpa bahan bakar baja
Hanya jemariku yang memutarnya manja
Kulempar pelan ke arah cakrawala
Menembus batas ruang yang fana
Membawa pesan yang tak sempat terbaca
Dunia bilang kau takkan bisa melayang
Sebab tubuhmu rapuh dan mudah hilang
Tapi mereka lupa, anginlah yang memegang
Terbanglah tinggi, pesawat kayuku
Bawa mimpiku melampaui awan biru
Meski dunia menertawakan langkahmu
Kau adalah bukti dari sisa beraniku
Teruslah melaju, hingga batas waktu
Mungkin suatu saat sayapmu 'kan patah
Atau jatuh tersungkur di atas tanah yang basah
Namun jatuhmu bukan berarti menyerah
Sebab kau telah melihat dunia yang indah
Dari ketinggian yang tak pernah goyah
Terbanglah tinggi, pesawat kayuku
Bawa mimpiku melampaui awan biru
Meski dunia menertawakan langkahmu
Kau adalah bukti dari sisa beraniku
Teruslah melaju, hingga batas waktu
Hanya sepotong kayu...
Namun membawa semesta di punggungmu
Terbanglah...
Hingga kau tak terlihat lagi